Pertengahan Desember, langit sore Jakarta tampak murung. Sepanjang mata memandang, hanya tampak warna kelabu di langit. Namun, di salah satu sudut di dalam Mall Kelapa Gading (MKG) penuh dengan keceriaan.
Puluhan murid TK dan SD Santo Yakobus sedang bersiap diri untuk tampil di sebuah panggung bernuansa natal dalam sebuah sesi bertajuk: ”Enchanted Noel”.
Beberapa guru sigap merapikan kostum, menata rambut dan memasang aksesoris murid-muridnya yang akan tampil.
Sekeliling panggung dipenuhi oleh para orang tua, adik dan kakak yang seakan sudah tidak sabar menyaksikan penampilan anak kebanggaan mereka.
Sembari menanti giliran dirapikan, sejumlah murid menikmati hiasan sekitar panggung yang menarik perhatian mereka. Sepasang tangga mengapit panggung di sisi kanan dan kiri. Tampak tumpukan kado berwarna warni di samping tangga sisi kanan dengan bagian atasnya terdapat sebuah boneka beruang coklat yang menggemaskan dan sebuah pohon natal besar yang berkilauan.
Sebuah kursi besar berwarna merah di sisi kiri panggung menarik mata pengunjung. Tak jauh dari kursi itu, berdiri sebuah kotak telepon umum layaknya yang berada di London, Inggris. Jika kotak telepon di sana berwarna merah, kotak telepon di tepi panggung ini berwarna biru. Ia menjadi salah satu spot favorit foto para pengunjung, terutama anak kecil.
Alunan musik natal yang ringan dan menyenangkan seakan melengkapi atmosfir suasana di sekitar panggung sore itu laksana sebuah negeri dongeng yang hendak merayakan natal.



Tepat pukul 17.00 WIB, dua pemandu acara yang juga merupakan guru di TK dan SD Santo Yakobus membuka gelaran rangkaian penampilan di panggung.
Penampilan balet dari TK Santo Yakobus dan seorang penyanyi solo dari SD Santo Yakobus serta kelompok vocal group membuka rangkaian penampilan.
Para orang tua semakin antusias mendekati panggung sembari menyodorkan smartphone untuk merekam setiap momen pertunjukan anak mereka.



Sesi berikutnya, sebuah tari kreasi perpaduan tari bernuansa Batak dan Dayak menghadirkan nuansa baru yang menyegarkan mata. Selanjutnya, tim balet unit SD mengisi panggung dengan tarian yang lembut gemulai.
Sebagai rangkaian penutup, tim ensembel memainkan sejumlah lagu natal menggunakan pianika sembari membentuk aneka formasi dan penampilan solo dari Ms Luyen, guru musik unit SD Santo Yakobus.


Tampil di salah satu panggung di MKG dan disaksikan ratusan orang tua dan pengunjung MKG merupakan sebuah kesempatan bagi para murid TK dan SD Santo Yakobus untuk unjuk karya mereka dalam olah tubuh, olah rasa dan olah kecerdasan sosial.
Keterlibatan para guru selama berlatih dan saat pentas membantu anak-anak melatih kepercayaan dirinya. Hal ini tampak dari wajah mereka ketika tampil di panggung dan disaksikan adik, kakak dan orang tua mereka.
Dengan demikian, pertumbuhan serta perkembangan pribadi peserta didik menjadi salah satu kepedulian utama Sekolah Santo Yakobus dalam mendampingi siswa.
Penasaran kan bagaimana proses guru dan pendamping ekstrakurikuler melatih seni musik dan seni tari hingga siap tampil di panggung publik?
Bagaimana metode belajar yang mereka jalani hingga mampu berfikir kreatif dan inovatif?
Ayo temukan kami di Education GREAT Expo MKG 3, 20 Januari – 1 Februari 2025!
***