Enchanted Noel

Tampil di salah satu panggung di MKG dan disaksikan ratusan orang tua dan pengunjung MKG merupakan sebuah kesempatan bagi para murid TK dan SD Santo Yakobus untuk unjuk karya mereka dalam olah tubuh, olah rasa dan olah kecerdasan sosial.

Ayo, Bertindaklah dengan Penuh Tanggung Jawab!

“Di permainan itu banyak miskomunikasi di kelompok kami. Tapi saya malah senang karena itu menggambarkan nantinya akan seperti apa ketika ada penyelenggaraan acara atau kegiatan,” kata Nara.

Ayam Goreng dan Selimut

Semula ia mengira para muridnya akan membuat puisi tentang ayah yang bekerja dan ibu yang memasak di dapur.

Nyatanya, ia menemukan puisi yang berisi perjuangan ibu yang bekerja dari pagi hingga malam. Ada pula tentang ayah yang sering marah namun sangat sayang pada anaknya.

Ekskursi Kebinekaan: Menemukan Makna Keberagaman

Menjadi seorang Yakobian berarti mampu menemukan makna keberagaman dan menghidupinya di tengah masyarakat dengan baik.

Inilah tujuan program ekskursi kebinekaan yang disampaikan Daniel Ari Purwanto, Ketua Panitia Ekskursi Kebinekaan 2025/2026, akhir Oktober 2025.

Botol Dibuang, Dapat Uang!

Pada semester gasal tahun ajaran 2025-2026, Sekolah Santo Yakobus melangkah lebih jauh dari sekadar membentuk kesadaran memilah sampah.

Terhitung sejak bulan Oktober 2025, Sekolah Santo Yakobus bekerja sama dengan Pasific Paint menyediakan sebuah reverse vending machine (RVM) untuk menampung botol plastik ukuran tertentu.

Coba-coba itu Harus Tekun!

Jawaban sederhana dari seorang Yakobian muda yang belum lama lulus SD. Kesederhanaan jawaban itu bukan tanpa isi. “Coba-coba” bukan berarti tanpa olah pikir. “Coba-coba” di sini mengandung upaya serius tanpa putus asa.

“Dia Harus Kita Ajak Kenalan dan Ngobrol!”

“Hari pertama MPLS itu aku diam saja. Paling hanya bicara sama Samuel,” kata Jordan.

Selang dua minggu, Jordan sudah bisa berbaur dengan teman-teman sekelasnya.

“Sekarang aku sudah tidak terlalu pemalu lagi.”