Sebuah Petang di Bulan Ramadhan

Matahari semakin condong ke barat. Komplek Sekolah Santo Yakobus sudah lebih lenggang lantaran aktivitas belajar mengajar sudah selesai. Sebagian besar murid sudah meninggalkan komplek sekolah. Hanya tersisa sejumlah kecil murid SMP dan SMA St. Yakobus yang masih menanti jemputan.

Area membran telah disulap menjadi tempat pertemuan. Lantai beralaskan tikar dan karpet. Sound system juga telah terpasang di area itu.

Beberapa karyawan dan guru yang mengenakan baju koko telah berkumpul di sekitar membran.

Tak jauh dari situ, area depan perpustakaan TK dan SD juga menjadi pusat perhatian tersendiri. Sejumlah karyawati menata kudapan gorengan dan bakso.

Sedangkan yang lain menata minuman cendol dalam gelas plastik dan memasukkan pisang ke dalam nasi box yang telah dipesan di selasar menuju kantin.

Kesibukan ini bukan sekadar menyiapkan sebuah acara makan bersama. Ini adalah aktivitas mempersiapkan acara Buka Puasa Bersama Guru dan Karyawan Yayasan Santo Yakobus (selanjutnya: bukber) yang telah rutin diadakan setiap tahunnya saat bulan Ramadhan. Tahun ini, bukber dilakukan pada Jumat, 6 Maret 2026.

Jarum jam menunjukkan pukul 16.30. Para karyawan dan guru segera duduk di atas tikar yang sudah digelar di area membran.

Bukan sekadar makan bersama

Perihal acara bukber di Yayasan Santo Yakobus, Dede Supriyadi, guru fisika SMA Santo Yakobus menceritakan bahwa kegiatan ini mulanya tidak bersifat rutin. Seiring waktu, Yayasan Santo Yakobus memfasilitasi kegiatan ini setiap tahun. Dengan demikian, lanjut, Dede, bukber ini menjadi bentuk perhatian Yayasan Santo Yakobus kepada guru dan karyawannya.

Sebagai seorang pribadi yang menjalankan ibadah puasa, Dede melihat bukber sebagai wadah untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama guru dan karyawan.

“Kegiatan ini bisa meningkatkan kesadaran bersama bahwa persatuan dan persaudaraan harus ada wadahnya. Sehingga ini menjadi gerakan bersama” ujarnya.

Sore itu, salah satu Pengurus Yayasan Santo Yakobus, Martin Osaputra; Pelaksana Harian Yayasan Santo Yakobus, Juliana Chen; para kepala bagian dan kepala unit Daycare, TK, SD, SMP, SMA dan Klinik Bina Kasih hadir secara penuh. Tampak pula kehadiran Suster Winanda, HK dan Suster Eva, HK di tengah-tengah guru dan karyawan yang mengikuti kegiatan bukber ini. Kehadiran mereka menjadi dukungan yang kuat terhadap kegiatan ini.  Bagi Dede, hal ini menunjukkan toleransi yang sangat tinggi.

“Bukber yang dihadiri para pimpinan dan rekan-rekan yang beragama Katolik dan Kristen menggambarkan bahwa Yayasan Santo Yakobus memberi ruang kepada keberagaman yang ada di tempat ini,” kata Dede.

Menurutnya, kehadiran mereka mencerminkan bahwa keberagaman itu bisa dinikmati bersama, tanpa melihat perbedaan yang ada.

Secara personal, kegiatan bukber ini punya makna tersendiri bagi Dede, yaitu perbedaan itu ada dan sangat indah jika perbedaan dimaknai dalam bentuk kebersamaan.

Apresiasi dan toleransi

Ketua Panitia Bukber, Nurul, mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebenar-besarnya kepada Yayasan Santo Yakobus yang telah mendukung terselenggarakan Bukber ini di kompleks Sekolah Santo Yakobus.

“Sebagai sebuah acara rutin yang diadakan setiap tahun di Sekolah Santo Yakobus, kami merasa bersyukur atas keterbukaan dan toleransi yang sungguh ada di Keluarga Besar Yayasan Santo Yakobus,” kata Nurul.

Ditemui jelang bukber, Jonathan Ginting, Kepala HRD Yayasan Santo Yakobus menyampaikan, Sekolah Santo Yakobus sebagai sekolah Katolik menghormati dan menghargai semua agama dan kepercayaan. 

“Acara bukber ini merupakan salah satu wujud sikap kami menghormati guru dan karyawan kami yang muslim di bulan Ramadhan. Jadi, kami berikan ruang dan waktu untuk acara bukber ini,” ujarnya.

Jonathan berharap, semakin eratnya ikatan persaudaraan dalam Keluarga Besar Yayasan Santo Yakobus akan semakin memajukan Sekolah Santo Yakobus.***